UPAYA MEWUJUDKAN MADRASAH ASRI - Badean.my.id, selalu update informasi terkini
UPAYA MEWUJUDKAN MADRASAH ASRI

UPAYA MEWUJUDKAN MADRASAH ASRI

UPAYA MEWUJUDKAN SEKOLAH ASRI (AMAN, SEJAHTERA, RAPI DAN INDAH)

Abstrak

Islam hadir sebagai   rahmatan lil alalmin, kehadirannya di Eropa pada abad ke-8 Masehi membuat Eropa yang kumuh  menjadi tatanan kota yang maju, bersih, rapi dan Indah hingga saat ini, hal itu karena berbenturan dengan Islam. Kaum muslim hari ini seakan menjadi Eropa di masalalu. Hal ini terjadi karena kurang kesadaran Umat Islam akan pentingnya kebersihan dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sehubungan dengan hal tersebut, maka MA……………..    bermetamorfosa  menjadi  Sekolah ADIWIYATA   sebagai   upaya   mewujudkan   membangun  kesadaran   akan pentingnya peduli terhadap lingkungan hidup.

Sekolah tidak hanya fokus pada peningkatan akademik dan akhkaq saja, akan tetapi juga membangun kesadaran pentingnya peduli terhadap lingkungan hidup melalui program sekolah ADIWIYATA. Hal ini juga sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan siswa (Student need) dan ketertarikan siswa (student interest). Sekolah dengan nuansa alam yang indah akan membuat nyaman bagi warga sekolah dan non warga sekolah.

Kata Kunci : Membangun Kesadaran Peduli Lingkungan

BAB I Pendahuluan

Jika kita ingin rekreasi  ke suatu taman hiburan, maka yang terbayang adalah sesuatu yang menyenangkan. Apa yang membuat menyenagkan? Tentunya adalah karena indahnya alam sekitar yang memanjakan mata, me-refresh pikiran dan menyejukkan hati. Sebaliknya, saat seorang guru akan berangkat ke sekolah, maka yang terbayangkan adalah suasana kantor yang menuntut tugas berat, bangunan-bangunan besar namun nampak membosankan, perangkat pembelajaran yang menumpuk di meja serta coretan-coretan tak jelas ikut andil menambah beban yang tak jelas, ditambah lagi dengan siswa yang tak mengerjakan tugas pekerjaan rumah.

Rekreasi yang menyenagkan dan sekolah yang kurang menyenangkan, sangat cocok sekali untuk menjadi sebuah kesimpulan paragraf di atas. Tantangannya adalah bagaimana saat berangkat ke sekolah terasa seperti rekreasi? sekolah emang bertugas untuk membentuk karakter siswa yang ber-Imtaq dan ber- Iptek. Namun, untuk mewujudkan sekolah yang menyenangkan, maka sekolah perlu bermetamorfosa. Metamorfosa SMABU ASRI (Aman, Sejahtera, Rapi dan Indah) adalah solusinya.

Sekolah dengan konsep ADIWIYATA akan menjadi daya tarik sendiri bagi warga sekolah maupun non warga sekolah. Upaya mewujudkan student need dan student interest adalah hal yang tidak mustahil melalui program sekolah ADIWIYATA. 

BAB II Pembahasan

Peduli lingkungan itu berawal dari Islam. Mengapa? Saat Thariq bin Ziyad pada abad ke 8 M. berhasil membebaskan Andalusia (kini Spanyol) dari cengkraman raja yang dzalim (Philip K. Hitti, 2002:628), pada saat itu masyarakat Andalusia masih asing dengan mandi. Mandi bagi mereka adalah sebuah aib dan dosa. Banyak sekali ditemukan kotoran manusia berserakan di jalan-jalan, pasar dan tempat-tempat keramaian. Hal ini disebabkan karena masyarakat pada waktu itu seenaknya buang air besar. Jahanbakshs Tsawaqib (2012) menyebutkan bahwa orang Eropa tidak belajar kebersihan sampai mereka bercampur dengan peradaban Islam. Lingkungan yang kumuh sangat pantas disematkan pada Eropa saat itu.

Gustave Le Bon (1974) mengemukakan bahwa  pada masa ketika raja dan bangsawan Eropa menganggap mandi sebagai kemewahan yang hampir tidak senonoh, bahkan rumah tangga muslim yang paling miskin memiliki setidaknya satu kamar mandi. Semuai ini datang sebagai tanggapan atas ajaran nabi bahwa kesucian adalah bagian dari Iman.

Akibat pengaruh peradaban   Islam itulah, Eropa hingga kini menjadi tatanan   kota yang indah dan bersih. Kini ia menjadi kota yang sangat peduli sekali terhadap lingkungan. Eropa hari ini ibarat gadis cantik alami yang indah dipandang bahkan tak perlu make up untuk mempercantik dirinya.   Jika anda ingin  melihat  nilai  keindahan  lingkungan  Islam,  maka lihatlah  Eropa saat  ini dengan keindahan kota beserta kemajuan negerinya.

Tiga Belas tahun yang lalu, saya berjalan kaki menyusuri jalan raya Mlokorejo - Kasiyan (Jember, Jawa Timur) lalu lalang kendaraan yang berlaju kencang  membuat  keadaan  pagi  yang  sepi  menjadi  suasana  pagi  yang  ramai belum lagi indahnya mentari pagi menyambut  dan menyapa pagi hari hingga suasana menjadi cerah terarah dan terang benderang.  Di antara kencangnya laju kendaraan yang berlalu lalang, tiba-tiba saya melihat di depan saya ada mobil berhenti, lalu keluarlah salah satu penumpang dari mobil tersebut, dari model fisiknya sepertinya dia seorang Tourist dari Inggris, dia mendekat kepada saya 

dengan plastik bekas bungkus makanan di tangannya. Dia bertanya kepada saya dengan bahasa Inggris, saya mengerti apa maksud pembicaraannya, ternyata dia turun hanya ingin bertanya kalau mau buang sampah plastik dimana? Saya langsung menunjukkanya tempat sampah yang tersedia di pinggir jalan, iapun membuang sampah tersebut lalu ucapan thank you keluar dari mulutnya, sayapun menyahut membalas Thank you too padanya,  meski sebenarnya saya  tau jika jawaban saya salah dalam  gramatikal bahasa Inggris karena pada waktu itu saya terinspirasi dari sahabat saya” jika ada cewek yang bilang I love You padamu maka jawablah I love you too” ucapnya.   Saya terkagum-kagum melihat cara Tourist tersebut menghargai lingkungan. Butuh proses panjang untuk membentuk karkter seperti itu. Nilai nilai keindahan lingkungan  Muslim yang nyaris kini terlupakan.

Saat ini berbanding berbalik, ungkapan hadist Nabi “kebersihan sebagian dari  iman”  dalam  Islam  hanyalah  menjadi  jargon  dan  tulisan  belaka.  Betapa banyak kita temui di sekitar kita tulisan seperti itu, sebutlah lembaga keislaman misalnya. Hadist itu ditulis dengan besar di sebuah papan, namun sampah di sekitarnya berserakan, lumut-lumut menguning bergoyang menjinjikkan di setiap sudut kamar mandi dan asrama. Kekumuhan, dekil dan bau tak sedap seakan menjadi sahabat karib yang setia menemani setiap langkah penghuninya. Bercermin pada keadaan ini , apa yang salah dari kaum Muslimin saat ini?

Menurut  hemat  saya,  kurangnya  kesadaran  terhadap  kebersihan lingkungan itulah penyebab utamanya selain itu pembelajaran keislaman saat ini lebih cenderung pada ilmu menata hati saja bukan mengarah pada ilmu yang menata aspek kehidupan sosial, ruang dan waktu. Padahal Islam menuntut indah di dalam dan indah di luar. Selaras dengan hal tersebut, saya pernah melakukan penelitian kepada siswa di beberapa kelas di suatu lembaga sekolah. Saya beri mereka permen satu persatu, saya suruh mereka makan permen itu sambil lalu saya memberikan sedikit pencerahan suatu ilmu, lalu saya perhatikan ternyata kebanyakan  dari  mereka setelah  menelan permen  yang saya  berikan  tersebut, bungkusnya langsung mereka buang di sekitar tempat mereka duduk. Cara seperti inipun saya lakukan ke berbagai kelas ternyata hasilnya sama, mereka membuang 

bungkus permen bukan pada tempat sampah  yang telah disediakan tetapi malah membuang sampah pada temannya, kelewatan bukan? Hal ini sepele tapi bisa kita gambarkan sendiri, coba kita bayangkan jika mereka   selesai   makan cilot atau selesai makan apapun. Ini masih  bungkus makanan mereka saja  belum keperluan yang lain, seperti pakaian dan kebutuhan mandi apalagi daun-daun yang runtuh dari pohonnya.

Peduli terhadap lingkungan sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi umat Islam. Islam hadir sebagai rahmat bagi alam semesta maka sejatinya menjadi tanggung jawab tersendiri bagi manusia untuk menjaga lingkungan dan melestarikannya sebagai perwujudan dari tanggung jawabnya sebagai Khalifah fil ardh . Bahkan saat hendak perang pun Rasulullah bersabda : “Jangan bunuh para pendeta,  orang  perempuan,  anak  kecil,  orang  tua  renta.  Jangan  bakar  rumah mereka serta janganlah menebang pohon sembarangan” (Sunan al-kubro, 17595). Dalam  keadaan  berperangpun  dalam  Islam  sangat  menghormati  para  wanita, kaum yang lemah juga peduli terhadap lingkungan.

Sudah saatnya para generasi muda, utamanya para siswa  belajar mencintai tanah  airnya  dan  peduli  terhadap  lingkungannya.  Mulailah  dari  lingkungan sekolah yang peduli pada lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Melalui program ADIWIYATA diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.

Maka  dari  itu,  kesadaran  bersama  akan  pentingnya  lingkungan  hidup, harus kita bangun bersama untuk mewujudkan lingkungan yang ASRI (Aman, Sejahtera, Rapi dan Indah). Untuk mewujudkan hal itu, maka sekolah sangat perlu untuk bermetamorfosa dengan wajah baru yaitu sekolah ADIWIYATA. Sekolah bukan hanya bertugas untuk mengukir prestasi akademik dan akhlaq saja tapi sekolah juga perlu untuk membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan, maka dengan mencintai lingkungan maka anda juga berislam. Pedulimu terhadap lingkungan, dunia akan melihatmu begitu indah nan cantik. 

Bagaimanakah sekolah ADIWIYATA itu? Tim ADIWIYATA Nasional menyebutkan Sekolah ADIWIYATA adalah sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan  menuju  terciptanya  kesejahteraan  hidup  kita dan  menuju  kepada  cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Nah, setelah tahu apa itu sekolah ADIWIYATA, yuk cari tahu apa tujuannya? Secara umum tujuannya yaitu membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian   lingkungan   dan   pembangunan   berkelanjutan    bagi   kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.   Secara khusus tujuannya yaitu mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Segala hal yang berhubungan dengan Program  ADIWIYATA  bisa  dipelajari  secara  detail  pada  Peraturan  Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Program ADIWIYATA.

Siapa yang tidak suka lingkungan sekolah yang asri nan indah? Apalagi bisa buat selfi-selfi gitu, Siapa yang tidak mengidamankan sekolah yang sejuk di mata? Jodoh aja ingin cari yang menyejukkan mata dan hati bukan? apalagi lingkungan sekolah kita yang berbasis pesantren, santri selain butuh ilmu hikmah juga butuh lingkungan yang indah.  Perlu diketahui juga agama menjunjung tinggi sekali keindahan. Sebagaimana dalam hadist : (inna Allah jamiilun yuhibbu al- jamal) Allah itu  maha indah dan  suka keindahan  (H.R.  Muslim).  Rasulullah, Muhammad SAW juga menyampaikan bahwa bersih itu bagian dari iman. Klop sudah, tak dipungkiri lagi lingkungan bersih nan indah itu bagian dari kehidupan kita bahkan tanggung jawab kita sebagai khalifah fil ardh. 

BAB III Penutup

Ber-islam berarti menerima Allah dan ajaran Muhammad SAW secara kaaffah. Islam sangat menjunjung tinggi kebersihan hati, jiwa, pikiran dan tempat tingggal serta semua aspek keindahan. MA ASRI (Aman, Sejahtera, Rapi dan Indah) dengan program ADIWIYATA-nya insyaallah mampu mewujudkan menjadi sekolah yang peduli terhadap lingkungan.

Metamorfosa MA ASRI (Aman, Sejahtera, Rapi dan Indah) membuat suasana belajar rasa rekreasi,  menyenangkan,  memanjakan  mata dan  menyatu dengan kalbu. Sebagaimana telinga ingin mendengar suara  yang merdu, mata ingin dimanja pemandangan  yang syahdu, maka jadikanlah sekelumit goresan tinta ini penyejuk kalbu. 

Daftar Pustaka

Al-Baihaqi, Ahmad bin Hasan. 2007. Sunan al-Kubra.Surabaya: Daar al-Kutub

Islamiyyah

Hitti, Philip K. 2006.  The history of Arabs. Terjemahan R. Cecep Lukman Yasin dan Dedy Slamet Riyadi. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

http://meccaaudio.blogspot.com/2019/05/gustave-le-bon-world-of- islamic.html?m=1

Ismail, Muhammad Al-Bukhory. 2010.  Shahih Bukhari, Dakwah Rights, Munawwir,  Achmad  warson.  2002.    al-Munawwir:  Kamus  Arab-Indonesia  ,

Surabaya:Pustaka Progresif

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009

Tim ADIWIYATA Nasional.   2011. Panduan ADIWIYATA Sekolah Peduli dan Berbudaya   Lingkungan.   Jakarta   Timur.   Kementrian   Lingkungan Hidup

Tsawaqib, Jahanbakhsh. 2012. The Contribution of Islamic Civilization to The Scientific and Technical Advencement of The World. Transleted by Mahboobeh Morshedian. Summer: Message of Thaqalain.

Open Comment
Close Comment

0 Response to "UPAYA MEWUJUDKAN MADRASAH ASRI"

Post a Comment